TERKINI

Sampah Berserakan Usai CFD Lombok Tengah, Pengunjung dan Pedagang Diajak Kurangi Plastik

Sampah Berserakan Usai CFD Lombok Tengah, Pengunjung dan Pedagang Diajak Kurangi Plastik
LINGKUNGAN
DLH Lombok Tengah
Petugas DLH Kabupaten Lombok Tengah mengangkut sampah ke dalam truk seusai kegiatan Car Free Day (CFD)

LOMBOK TENGAH, GARISBUMI.com – Sampah yang berserakan setelah kegiatan Car Free Day (CFD) di Kabupaten Lombok Tengah kembali ditangani petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pengunjung dan pedagang diajak mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta memastikan area kegiatan tetap bersih setelah digunakan.

Berdasarkan keterangan DLH Lombok Tengah yang dipublikasikan Selasa (27/10/2026), petugas membersihkan sampah di sepanjang kawasan CFD setelah kegiatan berakhir. Penanganan dilakukan agar sampah tidak menumpuk dan ruang publik dapat kembali digunakan dengan nyaman.

CFD yang rutin berlangsung setiap Minggu menjadi tempat warga berolahraga, berjalan santai, dan berkumpul bersama keluarga. Aktivitas tersebut juga membuka ruang usaha bagi pedagang kecil, sekaligus menimbulkan kebutuhan penanganan sampah selama dan setelah kegiatan.

Kurangi Sampah Sejak Kegiatan Berlangsung

DLH Lombok Tengah mendorong pengunjung membawa wadah minum yang dapat digunakan kembali, mengurangi plastik sekali pakai, serta memilah dan membuang sampah pada tempatnya.

Pengunjung juga diharapkan tidak meninggalkan bungkus makanan, gelas plastik, botol minuman, maupun kantong plastik di sepanjang jalur CFD.

Sementara itu, pedagang didorong menyediakan tempat penampungan sampah di area berjualan dan membersihkan lokasi setelah aktivitas usaha selesai. Langkah tersebut diharapkan mengurangi sampah berserakan sekaligus meringankan pekerjaan petugas.

Dalam keterangannya, DLH menekankan bahwa kebersihan kawasan turut ditentukan oleh perilaku pengunjung dan pedagang selama kegiatan berlangsung. Pembersihan setelah acara perlu didukung kebiasaan mengelola sampah sejak awal.

Dukungan Fasilitas dan Penyelenggara

Penyediaan tempat sampah yang memadai serta penataan aktivitas pedagang juga disebut sebagai faktor pendukung CFD yang lebih tertib dan ramah lingkungan.

Karena itu, pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan penyelenggara, pengunjung, pedagang, komunitas, dan pemerintah daerah. Petugas DLH tetap melakukan pembersihan, sementara pihak lain diharapkan membantu mencegah sampah tercecer di ruang publik.

Melalui keterlibatan tersebut, kegiatan olahraga dan rekreasi mingguan diharapkan dapat berlangsung dengan lingkungan yang tetap terawat, termasuk setelah pengunjung dan pedagang meninggalkan kawasan.

Siaran Pers Resmi DLH Kabupaten Lombok Tengah

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Menampilkan Semua Halaman (2 Bagian)
Mode Halaman
Sebelumnya
1 2
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Kendari Dorong Pemilahan dari Rumah, Layanan Sampah Diminta Diperkuat ARTIKEL BERIKUTNYA Bone Libatkan Lintas Dinas Benahi Lingkungan Masumpu Jelang Adipura
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu