TERKINI

Mengapa Matahari Terlihat Kuning dan Jingga? BRIN Jelaskan Peran Atmosfer

Mengapa Matahari Terlihat Kuning dan Jingga? BRIN Jelaskan Peran Atmosfer
TEKNOLOGI
Info Grafis BRIN
Foto liputan: Mengapa Matahari Terlihat Kuning dan Jingga? BRIN Jelaskan Peran Atmosfer

GARISBUMI.com – Matahari tampak putih jika dilihat dari luar atmosfer Bumi, tetapi dari permukaan dapat terlihat kekuningan hingga jingga saat senja. Perbedaan warna tersebut dipengaruhi hamburan cahaya ketika melewati atmosfer.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rasdewita Kesumaningrum, menjelaskan bahwa cahaya tampak Matahari terdiri atas berbagai panjang gelombang yang mengalami hamburan saat memasuki atmosfer.

“Warna Matahari itu aslinya kalau di luar angkasa itu berwarna putih. Seluruh panjang gelombang yang di cahaya tampak itu masuk ke atmosfer Bumi dan mengalami hamburan, karena adanya atom dan partikel yang ada di atmosfer, misalnya nitrogen dan oksigen,” ungkap Rasdewita dalam Pelatihan Dasar Space Situational Awareness, Selasa (20/10/2026).

Dalam proses yang dikenal sebagai Hamburan Rayleigh, cahaya berpanjang gelombang pendek, seperti biru dan ungu, lebih mudah tersebar ke berbagai arah. Proses ini turut memengaruhi warna cahaya Matahari yang sampai langsung ke mata pengamat.

Mengapa Senja Tampak Jingga?

Menjelang senja, posisi Matahari semakin rendah terhadap cakrawala. Cahaya yang mencapai pengamat harus melewati lintasan atmosfer lebih panjang dibandingkan ketika Matahari berada tinggi di langit.

“Kalau sore hari, Matahari bisa terlihat oranye karena cahaya Matahari yang masuk ke atmosfer Bumi dalam posisi yang ketinggian lebih rendah itu melewati atmosfer yang lebih panjang untuk sampai di mata kita,” papar Rasdewita.

Kondisi udara setempat juga turut memengaruhi tampilannya. Menurut penjelasan dalam bahan Humas BRIN, banyaknya aerosol atau debu di udara, seperti saat musim kemarau, dapat membuat warna jingga Matahari senja terlihat semakin pekat.

Dengan demikian, perubahan warna yang terlihat berkaitan dengan perjalanan cahaya melalui atmosfer dan kondisi udara di sepanjang lintasannya.

Matahari Juga Memancarkan Cahaya Tak Terlihat

Rasdewita menjelaskan bahwa pancaran energi Matahari tidak terbatas pada cahaya yang dapat ditangkap mata manusia. Matahari juga memancarkan radiasi pada panjang gelombang lain.

“Ada juga spektrum dengan panjang gelombang yang lebih besar, masuk ke kelompok gelombang radio dan gelombang mikro. Ini kita tidak bisa melihat dengan mata,” jelasnya.

Instrumen pengamatan khusus memungkinkan astronom mempelajari fitur Matahari pada berbagai panjang gelombang.

“Dengan bantuan alat, kita bisa melihat beragam muka Matahari. Jadi kalau yang putih dengan bintik-bintik hitam ini adalah pada panjang gelombang tampak. Tetapi kalau dibantu dengan alat filter, kita bisa melihat fitur lain yang ada di Matahari,” tambah Rasdewita.

Pengamatan pada berbagai panjang gelombang membantu ilmuwan mempelajari aktivitas Matahari, termasuk memantau badai matahari dan mendukung pengembangan sistem peringatan dini cuaca antariksa.

Siaran Pers Resmi Humas BRIN.

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Menampilkan Semua Halaman (2 Bagian)
Mode Halaman
Sebelumnya
1 2
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Gangguan Ionosfer Bisa Turunkan Akurasi GPS di Indonesia
EDISI TERBARU Naskah terbaru lainnya sedang dalam kurasi redaktur.
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik TEKNOLOGI
2 minggu yang lalu
3 minggu yang lalu
1 bulan yang lalu