Kurangi Sampah ke Bantargebang, Kelurahan Makasar Dorong Pemilahan dari Rumah
Sampah organik dapat diolah menjadi kompos. Sementara itu, sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi dapat dikumpulkan dan disalurkan melalui bank sampah. Residu dan sampah B3 memerlukan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Setelah kebiasaan memilah terbentuk, warga dapat mengembangkan pengelolaan sampah sesuai kebutuhan dan kemampuan lingkungan. Pilihannya antara lain bank sampah, pengomposan, serta pemanfaatan maggot.
“Kalau sampah sudah dipilah, kita bisa memikirkan bagaimana meningkatkan nilai tambahnya. Ada yang bisa membuat bank sampah, kompos, atau rumah maggot. Harapannya, sampah yang dihasilkan masyarakat bisa kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Dimas.
Sosialisasi tersebut juga menghadirkan Imam Basori dari RT Inovasi Bang Jali, RT 011 RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Imam berbagi pengalaman mengembangkan program berbasis gotong royong yang memadukan keamanan lingkungan berbantuan teknologi dengan pengelolaan sampah secara mandiri.
Dalam kegiatan itu, warga didorong memulai pemilahan melalui praktik yang dapat dijalankan di lingkungan masing-masing. Satu atau beberapa RT dapat menjadi percontohan sebelum penerapannya dikembangkan di wilayah lain.
Pengurus RT, RW, LMK, dan Dasawisma diharapkan meneruskan edukasi kepada warga agar pemilahan menjadi kebiasaan sehari-hari. Dengan pemisahan sejak dari rumah, sampah yang masih dapat dimanfaatkan bisa diarahkan ke pengolahan yang sesuai.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi