Gunung Muda yang Tak Pernah Diam
Gunung itu tidak selalu memperlihatkan aktivitasnya secara terang-terangan. Ketika tertutup kabut atau gelap malam, getaran seismograf menjadi petunjuk. Kadang suaranya tiba lebih dahulu. Dentuman dari tengah laut terdengar sebelum pijaran terlihat.
Pada 2016, Anak Krakatau kembali meletus. Aktivitas serupa terjadi pada Februari 2017. Memasuki Juni 2018, kegelisahannya meningkat.
Gempa hembusan yang biasanya tercatat sekitar satu kali sehari melonjak menjadi 69 kejadian pada 19 Juni 2018. Tremor menerus mulai terekam. Tak lama kemudian, material pijar kembali terlontar dari kawah.
Pada September 2018, puncaknya diukur mencapai 338 meter di atas permukaan laut. Anak Krakatau sedang berada pada fase membangun tubuh. Kerucutnya semakin besar dan tinggi.
Dari kejauhan, bentuknya tampak kukuh.
Namun, gunung api tidak hanya tumbuh dari apa yang terlihat di permukaan. Di dalam tubuhnya ada tekanan, retakan, tumpukan material, dan lereng yang terus berubah.
Menjelang akhir 2018, Anak Krakatau semakin aktif. Letusan strombolian menyemburkan material pijar. Lava terus menambah tubuh gunung yang telah dibangunnya selama puluhan tahun.
Tak banyak yang mengetahui bahwa pertumbuhan panjang itu sedang mendekati sebuah perubahan besar.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi