Gunung Muda yang Tak Pernah Diam
Waktu istirahat Anak Krakatau tercatat antara satu hingga delapan tahun. Kadang ia terlihat tenang, lalu kembali menyemburkan abu, pasir, batu pijar, dan lava.
Antara November 1992 hingga Juni 2001, aktivitasnya bahkan berlangsung hampir setiap hari. Dalam periode tertentu, letusan muncul hampir setiap 15 menit.
Sulit membayangkan kehidupan dapat tumbuh dalam keadaan seperti itu. Tetapi tumbuhan selalu mencoba kembali.
Setelah erupsi mereda, gelagah muncul di tanah yang baru mendingin. Cemara laut tumbuh di lereng timur. Tumbuhan pantai merambat di atas pasir. Burung dan serangga datang membawa kehidupan.
Kemudian gunung meletus lagi.
Abu menutup daun. Pasir menimbun permukaan tanah. Lava memotong jalur tumbuhan yang mulai terbentuk. Kehidupan mundur, menunggu, kemudian kembali saat keadaan lebih tenang.
Begitu terus selama bertahun-tahun.
Tidak ada penduduk yang tinggal di pulau itu. Yang datang biasanya peneliti, petugas pemantau, atau pengunjung. Mereka menginjak daratan yang secara geologi masih sangat muda, sambil menyadari bahwa tanah di bawah kaki mereka merupakan hasil letusan yang belum lama membeku.
Para petugas mengamati Anak Krakatau dari Pos Pasauran di Banten dan Pos Hargo Pancuran di Lampung. Mereka mencatat gempa, tinggi kolom abu, arah angin, lontaran material, serta perubahan bentuk kawah.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi