Gangguan Ionosfer Bisa Turunkan Akurasi GPS di Indonesia
Pola tersebut menyebabkan konsentrasi elektron tidak selalu paling tinggi tepat di ekuator magnetik. Agri menyebut peningkatan konsentrasi terbentuk di sekitar 15 derajat lintang magnetik utara dan selatan.
Dinamika tersebut perlu diperhatikan karena ketidakseragaman elektron dapat mengganggu sinyal navigasi satelit yang melintasinya.
Sebagai penjelasan tambahan, NOAA Space Weather Prediction Center menyebut perubahan cepat pada sinyal radio akibat struktur kecil di ionosfer sebagai sintilasi ionosfer. Dalam kondisi berat, fenomena ini dapat membuat penerima GPS kehilangan kemampuan mengunci sinyal sehingga posisi tidak dapat dihitung.
Menurut Agri, pemahaman mendalam mengenai kondisi ionosfer merupakan kebutuhan strategis untuk mendukung mitigasi gangguan GNSS di lapangan.
Penjelasan tersebut membahas potensi gangguan navigasi satelit, bukan pengumuman bahwa seluruh layanan GPS di Indonesia sedang mengalami gangguan.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi