TERKINI

180 Rumah di Gertas Berbagi Dua Sumur Bor, Warga Berharap Tambahan Sumur Resapan

180 Rumah di Gertas Berbagi Dua Sumur Bor, Warga Berharap Tambahan Sumur Resapan
KONSERVASI
Humas Pemprov Jateng
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau sumur resapan di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kabupaten Semarang, Selasa (27/10/2026)

SEMARANG, GARISBUMI.com – Sekitar 180 rumah di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, masih mengandalkan dua sumur bor yang digunakan bergiliran. Warga berharap penambahan sumur resapan dapat membantu menjaga ketersediaan air, terutama saat musim kemarau.

Dusun yang terbagi dalam lima rukun tetangga (RT) tersebut memiliki lima titik sumur resapan. Dibangun sejak 2019, keberadaannya dirasakan membantu menjaga kestabilan debit air oleh warga.

Isroudin, warga Dusun Gertas, mengatakan debit air sumur bor sebelumnya cenderung kecil. Setelah sumur resapan dibangun, ia merasakan pasokan air lebih stabil.

“Alhamdulillah, setelah ada sumur resapan, debit mulai stabil. Jadi, untuk musim kemarau ini sangat mendukung dan menguntungkan bagi masyarakat Dusun Gertas,” kata Isroudin, sebagaimana dikutip dari Humas Pemprov Jawa Tengah.

Meski demikian, penggunaan air masih harus diatur. Menurut Isroudin, setiap RT memperoleh giliran sekitar dua hingga tiga jam. Kondisi itu membuat warga berharap jumlah sumur resapan ditambah untuk mendukung kebutuhan air masyarakat.

Konservasi Air dari Lingkungan Rumah

Lima sumur resapan di Gertas dibangun melalui swadaya masyarakat dengan dukungan bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Semarang. Masing-masing memiliki kedalaman sekitar tiga meter.

Pengalaman warga tersebut menjadi latar peluncuran Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Dusun Gertas, Selasa (27/10/2026).

Gerakan ini mendorong keterlibatan masyarakat dalam konservasi air melalui pembuatan sumur resapan di sekitar rumah. Tujuannya memperkuat cadangan air tanah dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kita mulai dari Gertas, karena di sini sudah sejak tahun 2019 menerapkan gerakan sumur resapan yang sudah ada manfaatnya,” kata Taj Yasin seusai meninjau lokasi.

Ia berharap pengalaman Gertas dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Tengah untuk mengembangkan konservasi air dari lingkungan rumah tangga.

Bagi warga Gertas, kebutuhan berikutnya adalah menambah sumur resapan. Manfaat yang mereka rasakan sejak 2019 menjadi dasar harapan agar ketersediaan air lebih terjaga, sementara pembagian pasokan dari dua sumur bor masih berlangsung.

Siaran Pers Resmi Humas Pemprov Jawa Tengah

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Menampilkan Semua Halaman (2 Bagian)
Mode Halaman
Sebelumnya
1 2
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Warga 10 RT di Samarinda Diajak Memilah dan Memanfaatkan Sampah ARTIKEL BERIKUTNYA Sampah Liar Terus Berulang di Jembatan Salam, 10 Meter Kubik Diangkut
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik KONSERVASI
3 minggu yang lalu
3 minggu yang lalu
2 minggu yang lalu