Mau Liburan ke Taman Nasional? Tiket Kini Bisa Dipesan lewat Aplikasi AKTN
JAKARTA — Masyarakat yang ingin mengunjungi taman nasional dan kawasan wisata alam kini dapat memesan tiket secara daring melalui aplikasi Ayo ke Taman Nasional (AKTN). Platform resmi Kementerian Kehutanan itu menyediakan layanan pencarian destinasi, pemesanan tiket, dan pembayaran nontunai dalam satu sistem.
Diluncurkan pada Juni 2026, aplikasi AKTN terus dikembangkan. Berdasarkan informasi terbaru di Google Play, aplikasi tersebut telah diunduh lebih dari 10 ribu kali dan terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2026. Pembaruan terkini mencakup penyesuaian sistem pengecekan status pembayaran. Lihat aplikasi AKTN di Google Play�
Selain melalui aplikasi Android, calon pengunjung dapat mengakses layanan pemesanan melalui portal resmi Ayo ke Taman Nasional�. Pengunjung juga masih dapat memanfaatkan kios tiket digital di pintu masuk kawasan yang telah menyediakan layanan tersebut.
Sebelum melakukan pembayaran, wisatawan disarankan memeriksa ketersediaan destinasi, tanggal kunjungan, harga tiket, kuota, dan ketentuan masing-masing kawasan. Pasalnya, penerapan layanan digital dilakukan secara bertahap dan belum seluruh kawasan konservasi menggunakan sistem yang sama.
Satu platform untuk wisata alam Indonesia
Aplikasi AKTN dikembangkan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan.
Platform ini disiapkan sebagai sistem terpadu untuk melayani pemesanan dan pembelian tiket di taman nasional, taman wisata alam, serta kawasan suaka margasatwa yang dibuka untuk aktivitas kunjungan sesuai ketentuan.
Aplikasi AKTN pertama kali diluncurkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada pembukaan Indonesia Outdoor Festival 2026 di Jakarta Convention Center, 4 Juni 2026.
Saat peluncuran, Raja Juli mengatakan aplikasi tersebut dihadirkan untuk mempermudah masyarakat membeli tiket dan mendapatkan informasi mengenai kawasan wisata alam.
“Sebuah aplikasi yang kita harapkan dapat menjadi platform, tempat teman-teman dapat melakukan pembelian tiket dan mencari informasi dengan cara yang lebih cepat dan lebih sederhana,” kata Raja Juli.
Cara memesan tiket taman nasional melalui AKTN
Layanan Ayo ke Taman Nasional dapat diakses melalui beberapa saluran:
Pengguna Android dapat mengunduh aplikasi Ayo ke Taman Nasional melalui Google Play Store.
Pengguna iPhone atau perangkat lain dapat membuka portal ayoketamannasional.kehutanan.go.id.
Pengunjung dapat membeli tiket melalui kios digital di pintu masuk kawasan yang telah menerapkan layanan tersebut.
Melalui aplikasi dan portal tersebut, pengguna dapat memilih kategori kawasan, menentukan destinasi dan tanggal kunjungan, serta melanjutkan proses pemesanan tiket.
Pembayaran dilakukan secara nontunai melalui kanal yang tersedia, antara lain QRIS dan transfer bank. Calon pengunjung perlu memastikan status pembayaran telah berhasil sebelum berangkat dan menyimpan bukti pemesanan untuk ditunjukkan kepada petugas.
Digunakan di sejumlah kawasan konservasi
Pada tahap awal penerapannya, layanan AKTN telah diuji coba di sejumlah kawasan wisata alam, antara lain:
- TWA Telogo Warno-Telogo Pengilon;
- TWA Grojogan Sewu;
- Taman Nasional Gunung Merbabu;
- Taman Nasional Gunung Merapi;
- Taman Nasional Baluran;
- Taman Nasional Gunung Halimun Salak;
- Taman Nasional Kerinci Seblat;
- Taman Nasional Bunaken;
- Taman Nasional Alas Purwo;
- Taman Nasional Wakatobi;
- Taman Nasional Kelimutu;
- TWA Kawah Ijen;
- Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum.
Daftar tersebut merupakan kawasan yang diinformasikan Kementerian Kehutanan pada tahap peluncuran. Ketersediaan tiket setiap destinasi dapat berubah mengikuti kesiapan pengelola, kondisi kawasan, kuota kunjungan, cuaca, serta kebijakan konservasi.
Karena itu, wisatawan perlu memeriksa destinasi secara langsung melalui aplikasi atau portal resmi sebelum menyusun perjalanan.
Cegah kepadatan dan jaga daya dukung kawasan
Digitalisasi tiket tidak hanya ditujukan untuk mempermudah wisatawan. Sistem ini memungkinkan pengelola memantau jumlah pengunjung secara waktu nyata sehingga kepadatan berlebih dapat diantisipasi.
Data kunjungan juga dapat digunakan untuk membantu pengelola menentukan kapasitas layanan, menyediakan fasilitas, dan menyusun strategi wisata alam yang lebih berkelanjutan.
Langkah tersebut penting karena aktivitas wisata di kawasan konservasi harus mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Peningkatan jumlah wisatawan tidak boleh mengganggu habitat satwa, merusak vegetasi, atau menghasilkan timbunan sampah yang tidak terkendali.
Aplikasi AKTN juga mencatat transaksi tiket sebagai bagian dari Penerimaan Negara Bukan Pajak. Menurut Kementerian Kehutanan, sistem digital diharapkan membuat pencatatan penerimaan lebih transparan dan akuntabel.
Ditargetkan menjangkau lebih banyak kawasan
Kementerian Kehutanan sebelumnya menargetkan perluasan sistem AKTN ke seluruh kawasan konservasi yang memberikan layanan wisata pada akhir 2026. Namun, target tersebut masih merupakan agenda pengembangan dan belum dapat disebut telah tercapai.
Rencana pengembangan berikutnya meliputi peningkatan kapasitas sistem, penambahan layanan pemandu wisata, perubahan jadwal kunjungan, pengembalian dana, serta penguatan keamanan siber.
Kemenhut juga merencanakan penyediaan aplikasi untuk pengguna iPhone melalui App Store. Selama aplikasi versi iOS belum tersedia, pengguna dapat melakukan pemesanan melalui portal resmi berbasis web.
Bagi wisatawan, kemudahan membeli tiket tetap harus diikuti perilaku bertanggung jawab. Pengunjung wajib menaati peraturan kawasan, membawa kembali sampah, menghindari aktivitas yang mengganggu satwa, dan mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan konservasi.
Sumber: Kementerian Kehutanan dan Google Play
Des Bellekecualian: Aplikasi Ayo ke Taman Nasional menyediakan pemesanan tiket wisata alam secara daring. Simak cara mengakses AKTN, daftar destinasi, dan ketentuannya.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi