TERKINI

Hotspot Indonesia Capai 674 Titik, Kalteng dan Kalbar Jadi Fokus Pengendalian Karhutla

Hotspot Indonesia Capai 674 Titik, Kalteng dan Kalbar Jadi Fokus Pengendalian Karhutla
Kementerian Kehutanan
Petugas melakukan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Sebanyak 674 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Indonesia pada 6 September 2026.

Hotspot Tidak Selalu Berarti Kebakaran

Kementerian Kehutanan menjelaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan bumi yang terdeteksi melalui satelit. Kemunculan hotspot tidak selalu menunjukkan satu kejadian kebakaran hutan atau lahan.

Satu peristiwa kebakaran juga dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, setiap titik panas harus diperiksa langsung melalui kegiatan groundcheck dan pemantauan kondisi aktual di lapangan.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan lokasi, kondisi lahan, luas area terdampak, serta tindakan pengendalian yang harus dilakukan.

Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api, asap, atau indikasi kebakaran hutan dan lahan. Pelaporan dini diperlukan agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum api menyebar lebih luas.

Laporan dapat disampaikan kepada Posko Karhutla Kementerian Kehutanan melalui telepon 021-5704618, WhatsApp 0813-1003-5000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id. (red)

Sumber: Kementerian Kehutanan

Alur Baca Berita Halaman 3 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Dentuman yang Kembali Menyeberangi Selat ARTIKEL BERIKUTNYA Erupsi 25 Jam Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Tetap Level III Siaga
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
2 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu