El Niño Memuncak, September Jadi Ujian Terberat Pengendalian Karhutla
JAKARTA, GARISBUMI.com – Pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia memasuki periode paling berat. El Niño diperkirakan mencapai puncaknya pada September 2026, ketika kebakaran telah melanda sekitar 200.000 hektare lahan sepanjang Januari hingga Juli.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan risiko kebakaran belum berakhir meskipun jumlah titik panas di Kalimantan dan Sumatera sempat menurun pada akhir Agustus.
“Masalah kita belum selesai. September adalah puncak El Niño. September adalah pertarungan utama bagi kita,” kata Raja Juli di Jakarta, Selasa, 1 September 2026, sebagaimana dikutip Reuters.
Data Kementerian Kehutanan menunjukkan, luas lahan yang terbakar hingga Juli bertambah hampir dua kali lipat dibandingkan posisi hingga Juni 2026 yang mencapai 107.465 hektare.
Pemerintah meningkatkan operasi pemadaman dan pencegahan kabut asap di enam provinsi di Kalimantan dan Sumatera. Penanganan dilakukan melalui operasi darat, pengeboman air, patroli, dan teknologi modifikasi cuaca.
Kebakaran juga menimbulkan dampak kesehatan. Pejabat Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengatakan kabut asap menyebabkan lebih dari 50.000 kasus infeksi saluran pernapasan akut di tujuh provinsi selama Juli dan Agustus 2026.
Menurut Andi, asap terbawa angin ke daerah lain sehingga gangguan kesehatan tidak hanya terjadi di wilayah yang mengalami kebakaran.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi